Berkarya secara efektif di Tahun 2017

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 12 Juni 2017

Efektivitas Shortener URL terhadap blog

Mau tau efektifnya shortener URL bagi blog Anda? Efektivitas Shortener URL terhadap blog yang dimaksud disini yakni usaha pemendekkan URL bagi promosi terhadap suatu blog sehingga dapat dibaca oleh pengunjung blog. Artinya bila blog yang kita buat dapat menempati posisi teratas dalam google, misalnya rangking 1 - 10 Google maka peluang untuk pengunjung membaca blog kita sangat tinggi. Bila hal ini tercapai maka shorte URL dapat dikatakan "efektif". Baiklah kini kita melihat beberapa shortener URL berikut:

1. URL Shorte.St
2. URL Shortener Goo.gl
3. URL Shortener Al.ly
4. URL Shortener  Adf.ly
5. URL Shortener  Linkshrink
6. dll
Share:

Senin, 01 Mei 2017

Efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot

Efektivitas kepemimpinan bukan hanya suatu teori saja tetapi kebenaran empiris. Secara empiris kita dapat mengamati atau menilai efektivitas kepemimpinan dalam diri pemimpin-pemimpin pemerintahan maupun non pemerintahan. Kali ini saya posting tentang penialaian saya tentang efektivitas Kepemimpinan Ahok dan Jarot. Sekali lagi ini penilaian saya. Jadi, Anda tidak harus setuju dengan saya.
Pengalaman empiris dimulai dengan keberadaan saya sebagai warga DKI. Saya tinggal di Jakarta tepatnya di wilayah DKI pada tahun 1989. Pemimpin pemerintah, khususnya Gubernur Jakarta, yaitu mulai dari Bang Yos, Fausi Bowo, Pak Jokowi saya melihat masing-masing punya efektivitas memimpin. Efektivitas kepemimpinan mereka terukur dari tercapainya beberapa program yang diusung oleh bapak-bapak yang telah saya sebutkan.

Tulisan ini khusus diarahkan untuk membahas sekilas efektivitas kepemimpinan Ahok selama menjadi gubernur DKI, masa kepemimpinan Ahok dan Jarot akan berakhir bulan oktober 2017. Ketika Pak Jokowi berduet dengan pak Ahok dalam memimpin DKI Jakarta, saya melihat sosok gubernur  yaitu pak Jokowi yang begitu merakyat bahkan sampai beliau jadi Presidenpun demikian. Tentu mereka menjadi idola banyak orang.

Baiklah kini saya masuk ke Pak Ahok dan Pak Jarot. Sejak menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta mulai mengalami banyak perubahan, khususnya yang terasa oleh saya (mungkin terlalu subjektif tetapi itu pengalaman). Biasanya waktu malam, jalan di depan sangat macet karena beberapa kegiatan di Jalan, khususnya mulai depan pon bensin sampai depan PGC dibawah jemabatan Bus Way. Selanjutnya arah ke Kramat Jati yang biasanya macet juga teratasi. Kali-kali yang tadinya penuh dengan tumpukan tanah mulai dibersihkan. Kali-kali menjadi bersih. Sampah yang dibuang sebarangan ke kali juga mulai ditertibkan dan ada hasilnya. Kali-kali bersih dari pembuangan sampah. Masih banyak lagi tetapi ini yang terasa oleh saya. Mungkin pembaca punya pengalaman efektif dari kepemimpinan Ahok dan Jarot. Kedua pemimpin ini telah mengukir kepemimpinan yang efektif di Jakarta. Pasti gubernur yang lain juga efektif dalam kepemimpinan. Kita tunggu hasil kerja para gubernur terpilih.

Pak Ahok dan Pak Jarot sudah mengukir prestasi kepemimpinan yang visioner berhati pelayan masyarakat. Kepemimpinan mereka (Bapak Ahok dan Jarot) tidak hanya berpengaruh di DKI tetapi seluruh Indonesia dan dunia tentunya. Bapak berdua telah menginspirasi banyak orang untuk menjadi pemimpin visioner yang berhati pelayan dan penuh dengan ketegasan, integritas, keberanian, berani menghadapi resiko demi rakyat yang dipimpinya.

Salam sukses untuk Bapak Ahok dan Bapak Jarot. Bapak berdua ada di hati banyak orang.


Berikut beberapa pengalaman empiris saya tentang efektivitas kepemimpinan Pak Ahok dan Pak Jarot.

                                               Gambar Pribadi 1: hasil camera Balck Berry


Gambar di atas menunjukkan para petugas sedang membersihkan kali. Bayangkan timbunan tanah di kali sampai tumbuh rumput. Nampak para petugas sedang berusaha membersihkan.
   
                                          Gambar Pribadi 2: hasil camera Balck Berry


Tumpukkan tanah di kali dikumpulkan para petugas kebersihan untuk kemudian dimasukan ke karung dan diangkut ke tempat lain.


                                         Gambar Pribadi 3: hasil camera Balck Berry


Gambar 3 menunjukkan hasil kerja dari para petugas kebersihan. Timpukan tanah di kali mulai bersih, airpun mengalir dengan lancar.
       
                                             Gambar Pribadi 4: hasil camera Balck Berry


Gambar 4 menunjukkan hasil kerja dari petugas keberhasihan kali di wilayah Jakarta Timur.
 

                                                                        Gambar 5:

Alat-alat berat untuk menguruk kali agar air lancar. Dengan demikian kali-kali yang dialiri air ketika musim hujan menjadi lancar. Ini pengalaman saya, bukan orang lain. Jadi, kita bisa berbeda dalam menilai efektivitas kepemimpinan Ahok dan Jarot. Bagi saya Pak Ahok dan Pak Jarot sangat efektif dalam kepemimpinannya. Mereka yang memimpin dengan visi dan hati pelayan masyarakat tentu pemimpin dengan cara yang unik dan langka.

Sukses untuk Pak Ahok dan Pak Jarot di manapun Bapak berdua nanti berkarya. Kekalahan dalam PILKADA bukanlah akhir dari segalanya, kekalahan itu memberi peluang kepada anak bangsa yang lain untuk berkarya. Kita akan melihat bersama bagaimana kepeimimpinan itu dilanjutkan dengan lebih gemilang lagi. Tetapi jika tidak maka bapak berdua lebih unggul. Semoga mereka yang melanjutkan lebih dari Bapak berdua. Mereka punya kualitas memimpin.

Semoga menginspirasi










Share:

Senin, 02 Mei 2016

Definisi efektivitas dalam teori Manajemen Pendidikan

Dalam pendekatan manajemen pendidikan, efektivitas diartikan ukuran keberhasilan mencapai tujuan organisasi. Suatu organisasi dikatakan efektif bila orgnaisasi itu mencapai tujuan dalam organisasi tersebut. Dalam hal ini, efektivitas sebagai tingkat pencapaian organisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Organisasi itu efektif bila memenuhi kepuasan pelanggan, mencapai visi organisasi, pemenuhan aspirasi, menghasilkan keuntungan bagi organisasi, pengembangan sumber daya manusia organisasi, dan aspirasi yang dimiliki, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di luar organisasi. Bemard (1938:20) dalam …. Menyatakan bahwa efektivitas organisasi merupakan kemahiran dalam sasaran spesifik dari organisasi yang bersifat objektif (“if it accomplished its specific objective aim”). Schein dalam bukunya “organizational Psychology mendefinisikan efektivitas organisasi sebagai kemampuan untuk bertahan, menyesuaikan diri, memelihara diri dan juga bertumbuh, lepas dari fungsi-fungsi tertentu yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Efektivitas juga dapat didefinisikan dengan empat hal yang menggambarkan tentang efektivitas, yaitu: (1) mengerjakan hal-hal yang benar, di mana sesuai dengan yang seharusnya diselesaikan sesuai dengan rencana dan aturannya. (2) mencapai tingkat di atas pesaing, di mana mampu menjadi yang terbaik dengan lawan yang lain sebagai yang terbaik. (3) membawa hasil, di mana apa yang telah dikerjakan mampu memberikan hasil yang bermanfaat. (4) menangani tantangan masa depan.
Efektivitas pada dasarnya mengacu pada sebuah keberhasilan atau pencapaian tujuan. Efektivitas merupakan salah satu dimensi dari produktivitas (hasil) yaitu mengarah pada pencapaian unjuk kerja yang maksimal, yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Pemahaman ini didukung dengan definisi Hidayat (1986) yang menyatakan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah dicapai. Di mana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya.
Steers (1985:87) dalam …… menyatakan bahwa “efektivitas adalah jangkauan usaha suatu program sebagai suatu system dengan sumber daya dan sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber  daya itu serta tanpa memberi tekanan yang tidak wajar terhadap pelaksanaannya”. Sedangkan Martoyo (1998:4) dalam …. Mendefinisikan efektivitas adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana dalam memilih tujuan yang hendak dicapai dan sarana yang digunakan, serta kemampuan yang dimiliki adalah tepat, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan”. Emitai Etzioni (1982:54) dalam …. Menyatakan, efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan orgnaisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran. Dengan demikian, pengertian efektivitas dalam beberapa definisi di atas menunjukkan pada kualifikasi sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan suatu konsep yang menggambarkan tentang keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Jadi efektivitas adalah pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan pemakaian proses yaitu pemilihan cara-cara yang sesuai dengan tujuan.
Menurut Etzioni (1964:187) “keefektifan adalah derajat di mana organisasi mencapai tujuannya. Sedangkan Sergiovani (1987:33) menyatakan: efektivitas adalah kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan atau sasaran  yang telah ditetapkan.
Pemaparan di atas menunjukkan bahwa tujuan menjadi pokok pertama dan utama dari sebuah kegiatan dalam suatu organisasi. Dengan kata lain unsur yang penting dalam teori efektivitas adalah pencapaian tujuan yang sesuai dengan apa yang telah disepakati secara maksimal. Tujuan itu tidak lain adalah harapan yang dicita-citakan atau suatu kondisi tertentu yang ingin dicapai oleh serangkaian proses. Dengan demikian perumusan tujuan dan proses mencapai tujuan itu melibatkan berbagai komponen, antara lain tenaga, sarana dan prasarana, serta waktu. 
Di atas telah dibahas tentang beberapa pendapat tentang pengertian efektivitas dalam konteks organisasi. Pembahasan itu bermaksud untuk memperluas pemahaman ketika membahas tentang efektivitas proses pembelajaran. Dalam konteks yang sama, peneliti ingin mengemukakan karakteristik efektivitas organisasi yang juga dilakukan dengan maksud yang sama yaitu mengkorelasikannya dengan efektivitas proses pembelajaran. Karakteristik efektivitas organisasi yang dimaksud yaitu sebagai berikut.
Karakteristik Efektivitas
Waterman dalam ….. mengemukakan karakteristik umum dari perusahan-perusahan efektif, yaitu: (1) mempunyai bias terhadap setiap tindakan dan penyelesaian pekerjaan yang dilakukan, (2) selalu dekat dengan para pelanggan agar dapat mengerti secara penuh apa yang dibutuhkan oleh para pelanggan, (3) memberikan tingkat otonomi yang tinggi pada para pegawai serta memupuk semangat kewirausahaan pegawai tersebut. (4) berusaha untuk meningkatkan produktivitas lewat partisipasi para pegawai perusahan. (5) para pegawai telah mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perusahan dan para manajer perusahan terlibat secara aktif pada masalah di setiap tingkatan. (6) Selalu berdekatan dengan usaha yang diketahui dan dipahami oleh pegawai perusahan. (7) memiliki struktur organisasi yang bersifat luwes dan sederhana, dengan jumlah individu-individu yang minimal dalam aktivitas staf yang mendukung bidangnya. (8) menggabungkan kontrol yang sifatnya ketat dan desentralisasi yang bertujuan mengamankan nilai-nilai inti perusahan dengan control yang longgar pada bagian-bagian lain untuk mendorong pengambilan resiko serta inovasi.
Gibson mengemukan lima kriteria efektivitas, yaitu:
1.    Produksi. Produksi merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada ukuran keluaran utama dari organisasi. Ukuran produksi mencakup keuntungan, penjualan,pangsa pasar, dokumen yang diproses, rekanan yang dilayani, dan sebagainya.
2.    Efisiensi. Efisiensi merupakan kriteria efektivitas mengacu pada ukuran penggunaan sumber daya yang langka oleh organisasi. Efisiensi merupakan perbandingan antara keluaran dan masukan. Ukuran efisiensi terdiri dari keuntungan dan modal, biaya per unit, pemborosan, waktu terluang, biaya per orang, dan sebagainya.
3.    Kepuasan. Kepuasan merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan karyawan dan anggota-anggota perusahan tersebut. Ukuran kepuasan meliputi sikap karyawan, penggantian karyawan, absensi, kelambanan, keluhan, kesejahteraan dan sebagainya.
4.    Keadaptasian. Keadaptasian merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada tanggapan organisasi terhadap perubahan eksternal dan internal. Perubahan eksternal seperti persaingan, keinginan para pelanggan, kualitas produk, dan sebagainya. Perubahan internal seperti ketidak efisienan, ketidakpuasan, dan sebagainya merupakan adaptasi terhadap lingkungan
5.    Kelangsungan hidup. Yaitu tanggungjawab organisasi dalam usaha memperbesar kapasitas dan potensinya untuk dapat berkembang. Indikator yang digunakan adalah: produktivitas, efisiensi, kecelakaan, pergantian pegawai, absensi, kualitas, tingkat keuntungan, moral, dan kepuasan karyawan atau anggota perusahan.
Bila teori efektivitas organisasi yang dikemukakan oleh Waterman dan Gibson dihubungkan pada efektivitas proses pembelajaran maka karakteristik efektivitas proses pembelajaran itu meliputi:

  1. mempunyai bias terhadap setiap tindakan dan penyelesaian proses pembelajaran yang dilakukan
  2. Output yaitu keluaran atau hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran. Bagaimana mahasiswa mengalami proses pembelajaran yaitu tercapainya perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik yang berpengaruh pada pekerjaan ketika ia menyelesaikan studi.
  3. Efisiensi. Efisiensi merupakan kriteria efektivitas mengacu pada ukuran penggunaan sumber daya yang langka oleh organisasi. Efisiensi merupakan perbandingan antara keluaran dan masukan. Ukuran efisiensi terdiri dari keuntungan dan modal, biaya per unit, pemborosan, waktu terluang, biaya per orang, dan sebagainya.
  4. Kepuasan. Kepuasan merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada keberhasilan proses pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. Ukuran kepuasan meliputi sikap peserta didik, penggantian karyawan, absensi, kelambanan, keluhan, kesejahteraan dan sebagainya.
  5. Keadaptasian. Keadaptasian merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada tanggapan organisasi terhadap perubahan eksternal dan internal. Perubahan eksternal seperti persaingan, keinginan para pelanggan, kualitas produk, dan sebagainya. Perubahan internal seperti ketidak efisienan, ketidakpuasan, dan sebagainya merupakan adaptasi terhadap lingkungan
  6. Kelangsungan hidup. Yaitu tanggungjawab organisasi dalam usaha memperbesar kapasitas dan potensinya untuk dapat berkembang. Indikator yang digunakan adalah: produktivitas, efisiensi, kecelakaan, pergantian pegawai, absensi, kualitas, tingkat keuntungan, moral, dan kepuasan karyawan atau anggota perusahan.
  7. selalu dekat dengan masyarakat pengguna tamatan agar dapat mengerti secara penuh apa yang dibutuhkan oleh pengguna tamatan (Gereja, sekolah, yayasan dll)
  8. Memberikan tingkat otonomi yang tinggi pada para mahasiswa serta memupuk semangat belajar mandiri mahasiswa tersebut.
  9. berusaha untuk meningkatkan hasil belajar lewat partisipasi para peserta didik.
  10.  Selalu berdekatan dengan usaha yang diketahui dan dipahami oleh peserta didik. 
Share:

Rabu, 10 Februari 2016

Sebelas komponen efektivitas institusi pendidikan

 Bila kita mengacu kepada efektivitas proses pembelajaran maka pokok ini juga berhubungan dengan efektivitas proses pembelajaran. Artinya efektivitas (tercapainya tujuan pembelajaran) tidak dapat dipisahkan dari efektivitas institusi. Argumen ini dapat juga diperhatikan dalam pandangan dalam Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (2010) Efektivitas institusi pendidikan terdiri dari dimensi: [1]
(1)  manajemen dan
(2)  kepemimpinan sekolah,
(3)   guru,
(4)  tenaga kependidikan, dan
(5)  personil lainnya,
(6)  peserta didik,
(7)  kurikulum,
(8)  sarana-prasarana,
(9)   pengelolaan kelas,
(10)       hubungan sekolah dan masyarakatnya,
(11)       pengelolaan bidang khusus lainnya.
Sebelas komponen efektivitas isntitusi pendidikan tersebut di atas memiliki hubungan dengan efektivitas proses pembelajaran. Jadi, efektivitas proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari efektivitas institusi. Proses pembelajaran secara formal membutuhkan disemensi-dimensi efektivitas institusi sebagaimana yang sudah disebutkan di atas.
Demikian kiranya bermanfaat. 
Salam
Yonas Muanley



[1]Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (Jakarta : Alfabeta, 2010), hlm.89
Share:

Pengertian efektivitas Pembelajaran

1.1.        Menurut  Yusufhadi Miarso (2004), efektivitas pembelajaran adalah yang menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi para mahasiswa, melalui prosedur pembelajaran yang tepat. [1] Miarso melanjut bahasan tentang definisi dengan menyatakan, efektivitas pembelajaran seringkali diukur  dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau ketepatan dalam mengelola suatu situasi.[2] Beberapa hal yang terkandung dalam definisi ini, yakni efektivitas pembelajaran merupakan kegiatan edukatif yang memiliki cirri, yaitu (1) beristem (sistemik), yang dilakukan melalui tahap perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan. (2) sensitive terhadap kebutuhan akan tugas belajar dan kebutuhan pembelajar. (3) kejelasan akan tujuan dank arena itu dapat dihimpun usaha untuk mencapainya. (4) bertolak dari kemampuan atau kekuatan peserta didik, pendidik, masyarakat, dan pemerintah.[3]
Menurut Astim Riyanto (2003), efektivitas pembelajaran diartikan berhasil guna atau tepat guna,[4] atau mencapai tujuan atau pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam hal ini  efektifitas pembelajaran atau pembelajaran yang efektif adalah usaha yang membuahkan hasil atau menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi para mahasiswa, melalui pemakaian prosedur yang tepat. Dalam definisi ini kata efektifitas pembelajaran mengandung dua indicator penting, yaitu terjadinya belajar pada mahasiswa dan apa yang dilakukan dosen. Dengan demikian, prosedur pembelajaran yang dipakai oleh dosen dan bukti mahasiswa belajar akan dijadikan fokus dalam usaha pembinaan efektifitas  pembelajaran.[5] Menurut Gaff dalam Miarso (2004) pembelajaran yang efektif meliputi bagaimana membantu mahasiswa untuk mencapai tujuan belajar.[6]
Efektifitas pembelajaran tidak lain adalah usaha pembelajaran yang berkriteria daya tarik atau daya guna, artinya dengan pemanfaatan seperangkat karakteristik tersembunyi dosen menolong siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain efektifitas adalah salah satu indicator dari proses pembelajaran yang baik. Indikator lainnya adalah efisiensi dan produktifitas.
Dua istilah yang disebut diatas yaitu efisiensi dan produktivitas merupakan dua istilah yang berhubungan dengan efektivitas. Dikatakan demikian karena Menurut Miarso (2004), produktivitas pembelajaran adalah hasil yaitu lulusan, karya tulis, penelitian, dan sebagainya bertambah, dengan pengurangan masukan, atau tanpa pertambahan masukan; atau dengan tambahan masukan sedikit tetapi pertambahan hasilnya lebih besar; atau pertambahan masukan yang banyak dengan hasil yang jauh lebih banyak. Sedangkan efisiensi pembelajaran adalah kesepadanan  antara waktu, biaya, dan tenaga yang digunakan dengan hasil yang diperoleh. Cirinya adalah organisasi yang rapi, misalnya lingkungan atau latar yang teratur, pembagian tugas seimbang, dan pelaksanaan yang tertib, dan usaha yang tidak berlebihan.[7]
Definisi lain tentang efektisiensi dan produktivitas dengan efektivitas dapat dipahami dalam definisi menurut Tim dosen Administrasi Pendidikan Universitas Indonesia (2010), yakni efisiensi berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut  tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana dengan tujuan yang yang dicapai, sedangkan efisiensi menekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Suatu kegiatan dikatakan efisien bila tujuan dapat dicapai secara optimal dengan penggunaan atau pemakaian sumber daya yang minimal. Dengan demikian, efisiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efisiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.[8]
Dalam teori efektifitas, kata efektifitas adalah membandingkan antara hasil atau prestasi yang diperoleh dengan tujuan atau pencapaian tujuan. Disini menjadi jelas bahwa efektifitas menyangkut dengan pencapaian tujuan atau hasil yaitu membuat sesuatu yang benar didalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain efektifitas menyangkut sejauh mana tujuan telah tercapai. 
Dalam aspek teori yang lain, Simon Devung yang dikutip oleh Suriani, dan dikutip lagi oleh Sentot Sadono, efektivitas diartikan “kemampuan untuk melakukan hal yang tepat atau menyelesaikan sesuatu dengan baik”.[9]

Pengertian Efektivitas Pembelajaran: Oleh Yonas Muanley



[1]Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta : Pranada Media, 2004), hlm.536
[2]Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta : Pranada Media, 2004), hlm.516
[3] Ibid.
[4]Astim Riyanto, Proses Belajar Mengajar Efektif di Perguruan Tinggi (Bandung : Yapemdo, 2003), hlm. 6
[5]Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta : Pranada Media, 2004), hlm.536
[6]Ibid,  hlm.514
[7]Ibid, hlm. 517
[8] Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (Jakarta : Alfabeta, 2010), hlm.89
[9]Sentot Sadono, Pengaruh  Motivasi Kepemimpinan Hamba dan Kreatifitas Terhadap Efektivitas Kepemimpinan Ketua Sekolah Tinggi Teologi Se-Jawa Tengah (Semarang : Disertasi STTBI, 2004), 53
Share:

Pengertian Efektivitas

Pengertian Efektivitas: Oleh Yonas Muanley


 
1.    Segi etimologi

Kata efektif yang kita pakai di Indonesia merupakan padanan kata dari bahasa Inggris yaitu dari kata “effective”. Arti dari kata ini yakni berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efektifitas mempunyai beberapa pengertian yaitu, akibatnya, pengaruh dan kesan, manjur, dapat membawa hasil.[1] Dalam kamus kamus Ilmiah Populer, efektivitas adalah ketepat gunaan, hasil guna, menunjang tujuan.[2]

2.    Pengertian efektivitas menurut Teori

Pengertian kamus sebagaimana yang dimaksud di atas artinya selalu sama dari waktu ke waktu. Namun tidak demikian dengan pengertian sesuatu kata dalam teori-teori tertentu. Dalam bahasan ini, yakni kata efektivitas. Kata efektivitas memiliki pengertian yang beragam bila ditempatkan dalam teori efektivitas. 
Dalam teori manajemen pendidikan, efektivitas diartikan ukuran keberhasilan mencapai tujuan organisasi. Suatu organisasi dikatakan efektif bila orgnaisasi itu mencapai tujuan dalam organisasi tersebut. Dalam hal ini, efektivitas sebagai tingkat pencapaian organisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Organisasi itu efektif bila memenuhi kepuasan pelanggan, mencapai visi organisasi, pemenuhan aspirasi, menghasilkan keuntungan bagi organisasi, pengembangan sumber daya manusia organisasi, dan aspirasi yang dimiliki, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di luar organisasi.
Efektivitas juga dapat didefinisikan dengan empat hal yang menggambarkan tentang efektivitas, yaitu: (1) mengerjakan hal-hal yang benar, di mana sesuai dengan yang seharusnya diselesaikan sesuai dengan rencana dan aturannya. (2) mencapai tingkat di atas pesaing, di mana mampu menjadi yang terbaik dengan lawan yang lain sebagai yang terbaik. (3) membawa hasil, di mana apa yang telah dikerjakan mampu memberikan hasil yang bermanfaat. (4) menangani tantangan masa depan.
Efektivitas pada dasarnya mengacu pada sebuah keberhasilan atau pencapaian tujuan. Efektivitas merupakan salah satu dimensi dari produktivitas (hasil) yaitu mengarah pada pencapaian unjuk kerja yang maksimal, yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah dicapai. Di mana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya.
Efektivitas adalah jangkauan usaha suatu program sebagai suatu system dengan sumber daya dan sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber  daya itu serta tanpa memberi tekanan yang tidak wajar terhadap pelaksanaannya. Efektivitas adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana dalam memilih tujuan yang hendak dicapai dan sarana yang digunakan, serta kemampuan yang dimiliki adalah tepat, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan”. Jadi, efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan orgnaisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran. Dengan demikian, pengertian efektivitas dalam beberapa definisi di atas menunjukkan pada kualifikasi sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan suatu konsep yang menggambarkan tentang keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Jadi efektivitas adalah pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan pemakaian proses yaitu pemilihan cara-cara yang sesuai dengan tujuan.
Keefektifan adalah derajat di mana organisasi mencapai tujuannya. Sedangkan efektivitas adalah kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan atau sasaran  yang telah ditetapkan.
Pemaparan di atas menunjukkan bahwa tujuan menjadi pokok pertama dan utama dari sebuah kegiatan dalam suatu organisasi. Dengan kata lain unsur yang penting dalam teori efektivitas adalah pencapaian tujuan yang sesuai dengan apa yang telah disepakati secara maksimal. Tujuan itu tidak lain adalah harapan yang dicita-citakan atau suatu kondisi tertentu yang ingin dicapai oleh serangkaian proses. Dengan demikian perumusan tujuan dan proses mencapai tujuan itu melibatkan berbagai komponen, antara lain tenaga, sarana dan prasarana, serta waktu. 
Di atas telah dibahas tentang beberapa pendapat tentang pengertian efektivitas dalam konteks organisasi. Pembahasan ini bermaksud menghubungkan pengertian efektivitas dalam teori efektivitas organisasi dengan teori efektivitas pembelajaran. Inti definisi efektivitas dalam teori efektivitas organisasi adalah tercapainya tujuan. Dalam pembelajaran, tujuan merupakan komponen utama yang mesti dicapai sebagai ukuran efektivitas.




[1]Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1995), hlm.
[2] Widodo dkk, Kamus Ilmiah Populer Dilengkapi EYD Dan Pembentukan Istilah (Yogyakarta : Absolut, 2002), hlm. 114
Share:

Selasa, 09 Oktober 2012

Karakteristis Efektivitas Pembelajaran



Beberapa Pemikiran Yusufhadi Miarso Tentang Karakteristi Efektivitas: Oleh Yonas Muanley, M.Th.

1.    Pengorganisasian kuliah dengan baik.
Hal-hal yang tercantum dalam bagian ini yakni: perumusan tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensi dasar), pemilihan materi kuliah, kegiatan kelas, pemberian tugas, dan penilaian. Bagian ini bila dihubungkan dalam komponen proses pembelajaran yang efektif maka ia menyangkut dengan komponen yang pertama yaitu tujuan pembelajaran (akan dibahas dalam komponen efektivitas proses pembelajaran).
Pengorganisasian kuliah merupakan kewenangan dosen. Maka yang dapat menilai baik atau tidaknya pengorganisasian kuliah adalah para sejawat dalam bidang studi yang bersangkutan, ketua program studi, dan mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dosen dapat menilai dosen dengan cukup tepat. Menurut Miarso (2004) mahasiswa dapat menilai efektivitas pembelajaran karena mahasiswalah yang mengetahui: (1)  apakah dosen menyajikan bahan kuliah di dalam cara teratur, (2) apakah dosen telah mempersiapkan diri untuk kelasnya, (3) pakah dosen telah menjelaskan pokok yang perlu dipelajari, dan (4) apakah kuliah itu memungkinkan untuk dapat diikuti dengan baik.  
2.    Komunikasi secara efektif
Aspek-aspek yang berkait dengan komunikasi secara efektif dalam pembelajaran pada bagian ini meliputi: strategi dan metode mengajar, pemakaian media untuk menarik perhatian mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Selain itu penyajian yang jelas, kelancaran berbicara, interpretasi gagasan abstrak dengan contoh-contoh, kemampuan wicara yang baik (nada, intonasi, ekspresi dosen), dan kemampuan untuk mendengarkan mahasiswa. Kemampuan secara efektif tidak hanya meliputi penjelasan verbal, tetapi dapat juga berupa makalah yang ditulis, silabus dan rencana kuliah yang jelas dan mudah dipahami.
3.    Penguasaan dan antusiasme dalam mata kuliah
Seorang dosen dituntut mengetahui materi kuliahnya dengan baik, agar mudah mengorganisirnya secara sistematis dan logis. Dosen mampu menghubungkan isi kuliahnya dengan apa yang telah diketahui mahasiswa, mampu mengkaitkan isi kuliah dengan perkembangan yang terbaru dalam disiplin keilmuannya, dan mampu mengambil manfaat  dari penelitian yang berkaitan.
4.    Sikap positif terhadap mahasiswa
Sikap positif terhadap mahasiswa dilakukan melalui cara-cara seperti: Apakah dosen memberi bantuan jika mahasiswa mengalami kesulitan dengan bahan kuliahnya, Apakah dosen mendorong mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan atau memberi pendapat, Apakah dosen dapat dihubungi mahasiswa di luar kelas, Apakah dosen peduli terhadap apa yang dipelajari mahasiswa.
5.    Pemberian ujian dan nilai yang adil
Sejak awal kuliah mahasiswa harus mendapat informasi tentang: sistem penilaian seperti: kehadiran/interaksi, tugas terstruktur (paper/makalah, risensi), ujian tengah semester, ujian akhir semester, batas akhir pengumpulan tugas, dan aspek-aspek lain yang berkait dengan penilaian akhir.
Kesesuaian soal ujian dengan bahan kuliah yaitu pembuatan soal yang konsisten dengan indicator-indikator dari setiap kompetensi dasar yang telah dibuatnya sebagaimana yang ada dalam kontrak dan silabus serta satuan acara perkuliahan. Kesesuaian soal ujian dengan bahan kuliah yang diberikan merupakan salah satu indicator keadilan dalam ujian. Memberi nilai A jika mahasiswa memang seharusnya mendapat A dan bukan sebaliknya.
6.    Keluwesan dalam pendekatan pengajaran, dan
Aspek yang ada dalam bagian ini adalah pendekatan pembelajaran yang bervariasi sehingga pembelajaran berlangsung lebih bergairah. Beragama pendekatan pembelajaran tentu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
7.    Hasil belajar mahasiswa yang baik
Tercapainya perubahan pada tiga ranah yaitu (1) kognitif, (2) afektif, dan (3) psikomotorik. Pedoman yang harus dipegang adalah hasil belajar mahasiswa harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dimaksud dapat berupa perubahan tiga ranah di atas.
Pokok-pokok di atas dilaksanakan dengan satu target yaitu mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran ada kegiatan belajar. Belajar itu memiliki banyak definisi, slah satunya yakni defini oleh Joni Raka.

Menurut Joni Raka (1985:7) menyatakan bahwa belajar itu adalah suatu yang harus dilakukan sendiri (dihayati oleh yang bersangkutan), maka mengajar merupakan upaya menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar

Share:

Definition List

loading...

shorte.st

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

poprevenue.com


Mau menjadi Publisher dan berpenghasilan dollar? Daftar secara gratis melalui link ini: Publisher Poprevenue

Texts

Followers

Footer Widget 2

IKLAN 1

Silakan Anda pasang Iklan disini

IKLAN 2

Jika Anda berminat pasang Iklan disini, hubungi Kami.

Blogger news

Sponsors

Link Blog

Comments

Recent Posts

Sebuah peluang yang sangat besar bagi mereka yang sedang berniat untuk mencari perubahan. Perubahan finansial, paling tidak ada tambahan penghasilan. Silakan Daftar jadi publisher DININI

Unordered List

Bekerjasama mendatangkan suatu hasil sangat menyenangkan. Kita saling membutuhkan. Bila ingin mendapat tambahan penghasilan, silakan daftar disini dan saksikan sendiri. Silakan pelajari di Edomz

Pages

Theme Support

Blogger Tricks

Blogger Themes